Tuesday, June 26, 2007

Small Bussiness Trip

Pembaca,

Saat menulis ini saya sedang berada dalam perjalanan pulang ke Wonosobo naik bis jurusan Bekasi-Wonosobo. Thx to my Cellphone N*k*a E70 and my Xpl*r, sehingga saya bisa online kapan pun dan dimanapun...

Sharing saya kali ini adalah akan menceritakan my small bussiness trip dari Bandung through Pasar Tanah Abang Jakarta...

Berangkat dari Wonosobo hari Kamis tanggal 21 Juni 2007 sore pukul 6, dengan naik bus Jurusan Wonosobo -Bandung, hari Jumat pagi saya dan istri tiba di Bandung. Tujuan utama di kota kembang ini adalah ke Rabbani Bandung di Jl. Hassanuddin Bandung, meeting dengan pemilik rabbani Ibu Nia Kurnia dan suaminya, Bpk. Amri Gunawan, berkenaan dengan markAS dan reSHARE rabbani yang baru sebulan lalu saya buka. Singkat cerita, saya ketemu dengan TOP Management rabbani ini dari mulai pukul 10 sampai dengan pukul 3 sore. Banyak sekali yang dibicarakan, dari mulai system secara global, sampai dengan pembahasan teknis secara detail. Dan saya bersukur, karena dibalik rabbani yang besar, mereka mau untuk menerima masukan, ide dan usulan. Mungkin inilah yang membuat rabbani begitu besar sampai sekarang ini.

Sehabis meeting, saya dan istri melanjutkan perjalanan menuju Bekasi. hari jumat (22 Juni 2007) malam pukul 23 WIB saya tiba di Bekasi, di rumah abang saya, Hadi. 

Hari sabtu dan minggunya tidak ada kegiatan yang cukup serius, hanya keluar masuk toko dan mall-mall, melihat-lihat jenis dagangan, keramian pengunjung, penataan barang, pencahayaan dsb.... Dan saya juga membuat beberapa catatan kenapa saya tertarik masuk ke toko atau counter di mall. Berikut saya salin catatan kecil saya.

Saya tertarik untuk masuk ke sebuah toko atau counter di mall karena saya:

  1. Butuh dan ini masuk dalam list belanja saya. Di mall saya masuk ke sebuah toko buku, karena saya memang mencari buku tentang bagaimana membuat pembukuan di toko retail. Dan walaupun saya belum menemukanbya setidaknya saya sudah masuk ke toko buku tersebut.
  2. Penasaran. Ada toko yang aneh dan beda dengan yang lain. Pencahayaannya sangat kontras sekali. Sangat berani memadukan warna merah dan hijau. Tidak seirama tapi rasanya kok pas dan bagus.
  3. Pajangan dan display. Ada satu toko busana yang hanya punya 3 patung full body dan 4 patung 1/2 body. Namun baju-baju yang dipasang sangatlah bagus dan eye cathing banget. Bukan bajunya yang bagus, tapi seni mendandaninya yang membuat seolah-olah hidup. perpaduan warnanya pas dan serasi. Dan saya perhatikan siapapun yang lewat depan toko itu pasti akan menengok untuk melihat.

Udah..

Yang saya catat alasan kenapanya, ya hanya 3 hal itu. Mungkin kalo ada buku yang menulis "Bagaimana agar membuat toko anda kelihatan tertarik" atau "sekian cara untuk membuat hidup toko anda.." dst, akan ada banyak, nggak hanya 3 seperti yang saya tulis di atas. Dan mungkin anda bisa berkreasi sendiri... Namun yang saya katakan disini adalah blind target, artinya saya belum kenal dengan pemilik tokonya, saya tidak sedang mencari produknya, dst.

Perjalanan dilanjutkan....

Pembaca, mungkin diantara anda ada yang pernah dengan pasar Tasik di Pasar Tanah Abang? Atau malah anda adalah pelaku pasar tersebut. Hehe.. maaf kalo demikian. Namun ijinkanlah saya untuk memberitahukan hal ini kepada orang yang belum tahu atau bahkan belum mendengar sama sekali tentang pasar Tasik ini, tentunya dari opini saya yang baru sekali ini berkunjung ke Pasar Tasik di Pasar Tanah Abang.

Hari Seninnya, tanggal 25 juni 2007, saya berangkat dari rumah abang saya, Hadi pada pukul 04.00 pagi untuk melihat pasar Tasik ini.

Pasar Tasik ini hanya ada seminggu 2 kali, yaitu setiap hari Senin dan Kamis. Pasar ini dimulai sekitar pukul 04.30 WIB (sehabis subuh) sampai dengan jam 1 siang. Pasar ini merupakan kumpulan dari pedagang-pedagang dari kota Tasikmalaya, yang berangkat dari Tasik sekitar jam 10-11 malam berbondong-bondong dengan menggunakan kendaraan box, maupun jenis minibus wagoon L-300 yang joknya di bongkar semua kecuali 2 jok di depan. Mobil inilah yang akan digunakan untuk tempat berdagang mereka. Lokasi pasar ini dekat dengan Stasiun Tanah Abang. Pasar ini sempit, dan ramai. Barang yang ditawarkannya pun kebanyakan adalah jenis dagangan ciri khas Tasik, yaitu Mukena Bordir dan Kerudung, disamping banyak juga jenis dagangan yang lain. Dan di pasar ini kita bisa menemukan berbagai macam kerudung dan Mukena yang bagus kualitasnya, dalam harga yang sangat murah. Jauh di bawah grosir di blok manapun di tanah abang. Contohnya saya bisa menemukan mukena parasit dengan harga per kodi 25 ribu lebih murah dibanding langganan saya di blok F untuk barang yang sama. Sehingga pasar Tasik ini dijadikan tempat belanjanya para pedagang yang mempunyai toko di pasar tanah abang sendiri. Namun walaupun ini dinamakan Pasar Tasik, namun tidak sedikit orang Padang yang ikut jualan di pasar Tasik ini. Dan kebanyakan adalah para pedagang/pemilik toko di blok F Pasar tanah abang.

Berikut saya ada beberapa tip jika mau belanja ke pasar Tasik, based my own experience.

  1. Datang sepagi mungkin. Usahakan tiba di pasar tanah abang ini sebelum subuh, dan sholat subuhnya di masjid Al-Makmur di Tanah Abang. Cari tempat parkir yang kira-kira tidak terlalu jauh dari lokasi pasar Tasik, dan mudah untuk keluar nantinya. Saran saya parkirnya dekat dengan Ruko Baru Blok F3.
  2. Bawa senter. Karena lokasi pasar tasik ini tidak ada penerangannya maka pagi hari ketika pasar baru buka lokasi masih gelap. Sehingga dengan adanya senter akan memudahkan kita untuk melihat-lihat barang.
  3. Tawar yang serendah-rendahnya. Tanya kepada orang yang sedang beli berapa harganya terlebih dahulu sebelum bertanya kepada pedagangnya. Pilih dan cek dengan seksama barang yang kita beli, karena ada kemungkinan barang yang kita beli cacat walaupun dalam satu kemasan kodian. Bila perlu buka satu-satu.
  4. Lihat-lihat dulu pedagang lain yang barang dagangannya sama, sebelum kita memutuskan untuk membeli.
  5. Selalu minta alamat Tasiknya dan nomor telpon rumahnya kepada pedagang yang kita beli barangnya. Hal ini berguna apabila kita mau retur atau tukar barang apabila ternyata dagangan yang kita beli ada yang rusak/cacat. Ada beberapa yang tidak mau memberikan alamatnya, hanya nomor HP. Ini yang harus kita waspadai.
  6. Coba untuk selalu menitipkan barang yang kita beli kepada pedagangnya, jika kita akan melihat-lihat produk yang lain lagi. Dan apabila nanti sudah selesai, tinggal ambil semuanya, di packing dalam karung,dan bisa di bawa ke mobil.

sekali lagi, poin-poin itu berdasarkan pengalaman saya...

Masih di tanah Abang, saya mampir ke toko salah satu lulusan TDA Apprentice, pak Edi, yang membuka grosiran baju anak khusus dibawah umur 2 tahun. Baju-bajunya bagus, dan kualitasnya bagus serta murah. Dan sekitar jam 9 siang saya berkunjung ke tokonya pak Haji Alay. Dan Alhamdulillah, beliau ada. Dan kami bisa ngobrol dengan beliau. Dan selalu ada saja hal-hal yang baru jika ngobrol dengan beliau ini.... dan akhirnya, saya juga belanja di toko pak Haji ini, dengan very special price tentunya.. :)

So, my small bussiness trip is over, dan istri saya berulang kali mengatakan perjalanan kali ini, benar-benar menyenangkan....

Demikian pembaca, ini hanya sekedar sharing.. semoga bermanfaat..

salam,

yoyox.

www.rabbaniku.blogspot.com

3 comments:

- - - - Doris Aminah Nasution - - - - said...

wah tq mas sharingnya. Ternyata sampean ada di JKT toh.
Enaknya bisa dapet special price dari Pak Haji. Saya juga pingin loh mas...bisa dibikinkan list bgmana caranya :-D

Btw, dah coba bawa zoya kesana mas?

Yoyox Sancoyo said...

iya mas, saya di jakarta kemarin sekitar 4 hari. Hehehe tentang special price dari pak haji nggak ada yang istimewa kok. Asal kita anggota TDA, psti deh harganya akan dikurangi.... plus ada different personal approaching of course..
:)
BTW, iya saya coba bawa zoya untk test pasar disini. Hasilnya untuk sementara bagus. Dan IStriku sangat kenal dengan gaya motif design payet di Zoya. Style nya mengingatkan pada teman kuliahnya dulu di ISWI JKT, dan ternyata benar. Payet di Zoya adalah Dewi, temen kuliahnya Oby, istriku.

Anonymous said...

Assalamualaikum. Mas, akhir2 in saya sering browsing ke online shop baju muslimah krn berniat menjual jg. Tp masih bingung beli dmn, katanya kalo beli di Haji Alay bs lebih murah asal anggota TDA, nah, jd anggota TDA nya itu piye toh mas? Mohon info. Terimakasih. Wass, Shanti.