Thursday, March 19, 2009

2

Pentingnya membangun sebuah Personal Branding

Ada 3 macam branding yang saya etahui secara umum, yaitu Produk Branding, Coorporate Branding dan Personal Branding. Tapi menurut saya yang paling penting dan paling bisa menentukan kesuksesan kita adalah Personal Branding. Kenapa? Monggo dilanjut bacanya…

Sebelum saya mengemukakan alasannya ada baiknya saya tulis satu persatu ketiga branding diatas.

Produk Branding

Produk Branding adalah segala sesuatu tentang merk yang berhubungan dengan produk tanpa melihat sisi pembuatnya entah itu UKM atau perusahaan internasional, baik mengenai pembuatan brand (merk), promosi brand, atau mainteance brand itu sendiri. Contoh Produk Branding yang saat ini sudah keliatan misalnya Rokok Marlboro, Mobil Avanza atau Xenia, Hp Nokia, dsb. Semuanya tentang merk produk. Yang di bangun oleh mereka adalah Produknya.

Coorporate Branding.

Coorporate Branding adalah segala sesuatu tentang produk yang berhubungan dengan Coorporate (perusahaan) yang tanpa melihat produknya. Jadi usaha membangun brandnya ditujukan untuk ketenaran Perusahaannya tanpa melihat produknya. Contoh Coorporate Branding adalah Alfamart, Indomart, Carefour, BCA, Mandiri, dsb. Coorporate Branding biasanya mengacu pada 1 jenis usaha tertentu. Ya kayak contoh diatas, juga kita mo belanja tuk kebuthan sehari-hari pasti pikiran kita langsung tertuju ke mart-mart tadi, padahal disampng itu ada toko Koh Jinsun, dan yang lain. Atau sesuatu yang berhubungan dengan kredit, tabungan, deposito atau yang lain yang berhubungan dengan bank, pikiran kita pasti menuju ke BCA, Mandiri dsb, padahal ada BPR Sukamaju, BPR Melati dsb.

Personal Branding

Personal Branding adalah bisa dikatakan segala sesuatu tentang merk yang berhubungan dengan kita-nya (person), ya bisa dikatakan merk pribadilah… agak maksa seh ngartiinnya memang… Jadi kita lakukan segala sesuatu seperti membangun brand, prosmosi, dsb supaya kita dikenal dunia luas, sehingga orang lain melihat kita-nya, bukan produk yang kita bawa. Misalnya yang sudah bisa membangun Personal Branding adalah Bob Sadino, Tung Desem W, Robert Tysaki, dsb, entah ada yang pro dan kontra, yang jelas mereka telah berhasil membuat kita semua seperti telah mengenal mereka.

So, mari kita bahas secara umum.

Dari ketiga branding itu semuanya sangat bagus apabila kita bangun bersama-sama. Idealnya sih harus di bangun bersama-sama seperti Toyota dengan Innovanya, atau Sonny dengan TV Flatnya, namun itu tidak mudah dan membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit dan team yang sangat solid. Jika kita hanya punya resource yang terbatas, maka paling mudah dibangun adalah  Personal Branding. Kalo Produk Branding, jika produk kita sudah ketinggalan jaman maka brand itu akan hilang, sebagai contoh misalnya dulu ada Astrea Prima, Ada Honda Legenda, dulu waktu saya SMP, itu terkenal banget. Tapi sekarang dah tinggal sejarah. Jadi benar, jika kita tidak ada innovasi produk, maka sekuat apapun brand yang kita bangun ke Produk kita, pasti produk kita itu akan mati.

Kalo Coorporate branding sangat bagus, cuman harus membutuhkan dana yang besar, dan team yang sangat militan.

Nah,  kalo personal Branding lebih sederhana tapi efeknya sangat luar biasa. Karena hanya kita yang bisa membangun, bisa menggunakan team, atau bahkan  bisa single fighter sekalipun dan umur Personal Branding realtif lebih lama dari Produk Branding. Paling tidak ya sepanjang kita hidup lah, jika kita mati toh kita sudah tidak butuh Branding lagi :D

Sebelum kita bangun Personal Branding, kita tentukan dulu mo ke sisi mana neh Brand kita tar. Mo jadi preman yang sangat ditakuti, mo jadi enterpreneur yang mengusai banyak hal, pengen di kenal sebagai penyedia produk-produk yang bermutu tinggi dan berkualitas serta harga murah, atau yang lain. Na selanjutnya tinggal kita mencari resource yang sesuai dengan tujuan kita. Kemudian kita konsisten dalam menjalaninya, sesuai dengan path untuk menuju branding kita nanti, jaga jangan sampai menyimpang dari pakem.

Karena kita lihat ada beberapa yang kurang tepat, misalnya saja, saya di lingkungan saya terkenal dengan Yoyox Rabbani. Itu sebenere Produk Branding bukan Personal Branding. Padahal saya dan Rabbani hanya terikat kontrak kerja selama 5 tahun, bisa jadi nanti tidak bisa diperpanjang kontraknya. Dan jika hal itu terjadi, maka Yoyox Rabbani akan hilang, dan saya harus membangun dari awal lagi untuk membangun brand Yoyox apa gitu. So sehingga saya punya cita-cita ingin membangun Brand Yoyox yang punya motto; apapun bisnis anda, Yoyox-lah orangnya…. :D .

Berlebihan-kan?

Terserah, yang jelas kita harus punya tujuan dan harapan serta cita-cita untuk mengisi sisa hidup kita…

So, selamat membangun personal Branding…

Salam,

Yoyox

0

Pentingnya Membangun Personal Branding

Ada 3 macam branding yang saya etahui secara umum, yaitu Produk Branding, Coorporate Branding dan Personal Branding. Tapi menurut saya yang paling penting dan paling bisa menentukan kesuksesan kita adalah Personal Branding. Kenapa? Monggo dilanjut bacanya…

Sebelum saya mengemukakan alasannya ada baiknya saya tulis satu persatu ketiga branding diatas.

Produk Branding

Produk Branding adalah segala sesuatu tentang merk yang berhubungan dengan produk tanpa melihat sisi pembuatnya entah itu UKM atau perusahaan internasional, baik mengenai pembuatan brand (merk), promosi brand, atau mainteance brand itu sendiri. Contoh Produk Branding yang saat ini sudah keliatan misalnya Rokok Marlboro, Mobil Avanza atau Xenia, Hp Nokia, dsb. Semuanya tentang merk produk. Yang di bangun oleh mereka adalah Produknya.

Coorporate Branding.

Coorporate Branding adalah segala sesuatu tentang produk yang berhubungan dengan Coorporate (perusahaan) yang tanpa melihat produknya. Jadi usaha membangun brandnya ditujukan untuk ketenaran Perusahaannya tanpa melihat produknya. Contoh Coorporate Branding adalah Alfamart, Indomart, Carefour, BCA, Mandiri, dsb. Coorporate Branding biasanya mengacu pada 1 jenis usaha tertentu. Ya kayak contoh diatas, juga kita mo belanja tuk kebuthan sehari-hari pasti pikiran kita langsung tertuju ke mart-mart tadi, padahal disampng itu ada toko Koh Jinsun, dan yang lain. Atau sesuatu yang berhubungan dengan kredit, tabungan, deposito atau yang lain yang berhubungan dengan bank, pikiran kita pasti menuju ke BCA, Mandiri dsb, padahal ada BPR Sukamaju, BPR Melati dsb.

Personal Branding

Personal Branding adalah bisa dikatakan segala sesuatu tentang merk yang berhubungan dengan kita-nya (person), ya bisa dikatakan merk pribadilah… agak maksa seh ngartiinnya memang… Jadi kita lakukan segala sesuatu seperti membangun brand, prosmosi, dsb supaya kita dikenal dunia luas, sehingga orang lain melihat kita-nya, bukan produk yang kita bawa. Misalnya yang sudah bisa membangun Personal Branding adalah Bob Sadino, Tung Desem W, Robert Tysaki, dsb, entah ada yang pro dan kontra, yang jelas mereka telah berhasil membuat kita semua seperti telah mengenal mereka.

So, mari kita bahas secara umum.

Dari ketiga branding itu semuanya sangat bagus apabila kita bangun bersama-sama. Idealnya sih harus di bangun bersama-sama seperti Toyota dengan Innovanya, atau Sonny dengan TV Flatnya, namun itu tidak mudah dan membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit dan team yang sangat solid. Jika kita hanya punya resource yang terbatas, maka paling mudah dibangun adalah Personal Branding. Kalo Produk Branding, jika produk kita sudah ketinggalan jaman maka brand itu akan hilang, sebagai contoh misalnya dulu ada Astrea Prima, Ada Honda Legenda, dulu waktu saya SMP, itu terkenal banget. Tapi sekarang dah tinggal sejarah. Jadi benar, jika kita tidak ada innovasi produk, maka sekuat apapun brand yang kita bangun ke Produk kita, pasti produk kita itu akan mati.

Kalo Coorporate branding sangat bagus, cuman harus membutuhkan dana yang besar, dan team yang sangat militan.

Nah, kalo personal Branding lebih sederhana tapi efeknya sangat luar biasa. Karena hanya kita yang bisa membangun, bisa menggunakan team, atau bahkan bisa single fighter sekalipun dan umur Personal Branding realtif lebih lama dari Produk Branding. Paling tidak ya sepanjang kita hidup lah, jika kita mati toh kita sudah tidak butuh Branding lagi :D

Sebelum kita bangun Personal Branding, kita tentukan dulu mo ke sisi mana neh Brand kita tar. Mo jadi preman yang sangat ditakuti, mo jadi enterpreneur yang mengusai banyak hal, pengen di kenal sebagai penyedia produk-produk yang bermutu tinggi dan berkualitas serta harga murah, atau yang lain. Na selanjutnya tinggal kita mencari resource yang sesuai dengan tujuan kita. Kemudian kita konsisten dalam menjalaninya, sesuai dengan path untuk menuju branding kita nanti, jaga jangan sampai menyimpang dari pakem.

Karena kita lihat ada beberapa yang kurang tepat, misalnya saja, saya di lingkungan saya terkenal dengan Yoyox Rabbani. Itu sebenere Produk Branding bukan Personal Branding. Padahal saya dan Rabbani hanya terikat kontrak kerja selama 5 tahun, bisa jadi nanti tidak bisa diperpanjang kontraknya. Dan jika hal itu terjadi, maka Yoyox Rabbani akan hilang, dan saya harus membangun dari awal lagi untuk membangun brand Yoyox apa gitu. So sehingga saya punya cita-cita ingin membangun Brand Yoyox yang punya motto; apapun bisnis anda, Yoyox-lah orangnya…. :D .

Berlebihan-kan?

Terserah, yang jelas kita harus punya tujuan dan harapan serta cita-cita untuk mengisi sisa hidup kita…

So, selamat membangun personal Branding…

Salam,

Yoyox

Thursday, March 12, 2009

0

Kenapa lebih Baik Pakai Modal Dari Bank Daripada Modal Pribadi?

Bagi kebanyakan orang, terutama (maaf) para TDB (=Tangan Di Bawah) alias karyawan, dari level Office Boy sampai Direktur sekalipun kalo bisa menghindari hutang. Alasan mereka rasional, gaji jdai berkurang dan rugi membayar bunganya. Karena memang mindset TDB kebanyakan hutang digunakan untuk membeli kebutuhan pribadi mereka, misalnya beli mobil, motor, beli rumah yang semuanya itu merupakan Liabilitas menurut om Robert Tyosaki. Jadi angsuran mereka murni dari Gaji mereka tiap bulannya. SEhingga wajar jika mereka itu hal yang di hindari jika perlu.

Dan kebanyakan TDB juga ingin mempunyai bisnis sampingan yang bisa menambah pendapatan mereka. Tapi mereka tidak melanjutkan keinginan mereka karena (biasanya dan saya sering dengar) karena blum ada modal. Gaji mereka tidak cukup dikumpulin untuk dijadikan modal usaha. Dan jika saya sarankan untuk mengajukan ke Bank untuk permodalan mereka langsung takut tidak bisa membayar, ya karena mindset mereka seperti kayak di atas tadi.

Menurutku itu adalah pemikiran yang keliru.

Karena menurut pengamatan saya sebagai mantan orang bank dan orang yang sedang belajar untuk menjadi enterpreneur, modal dari bank adalah modal terbaik untuk melakukan usaha, walaupun uang adem kita berlimpah ruah. Jika kita mempunyai dana yang cukup untuk memulai usaha, maka jadikan itu sebagai cadangan saja, sebagai backup apabila usaha kita gagal.

Saya katakan modal dari bank lebih baik dari pada modal pribadi, karena jika kita memakai uang dari bank maka kita akan punya kesempatan kedua jika kita gagal. Misalnya untuk memulai usaha kita butuh dana 50 juta, dan misalnya juga kita punya uang 60 juta. Maka lebih baik kita mencari pinjaman ke bank 50 juta dan uang kita yang 60 juta itu kita simpan sebagai backup. Apabila kita gagal dengan uang bank yang 50 juta itu kita bisa menggunakan yang 60 juta untuk recovery-nya.

Jika kita balik, kita menggunakan 60 juta uang pribadi kita, maka jika kita gagal, maka tidak akan ada 1 bank pun yang mau membantu kita. Karena bank melihat track record dari usahanya, jika dia pernah gagal maka bank pasti akan sulit mencairkan dana untuk recovery usahanya.

Juga saya sarankan disini, jangan pernah melunasi hutang kita di bank sebagai target usaha kita. Yang penting usaha kita sudah bisa untuk membayar angsurannya tiap bulan. Lebih baik kita mentargetkan untuk membuka lagi bisnis kita, walaupun dengan pinjaman dari bank lagi. Namun, pastikan pinjaman kita di asuransikan, sehingga jika kita meninggal, maka hutang pun lunas, tanpa harus membebani kepada ahli waris kita.

Salam 

Yoyox