Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Thursday, March 19, 2009

5

Pentingnya membangun sebuah Personal Branding

Ada 3 macam branding yang saya etahui secara umum, yaitu Produk Branding, Coorporate Branding dan Personal Branding. Tapi menurut saya yang paling penting dan paling bisa menentukan kesuksesan kita adalah Personal Branding. Kenapa? Monggo dilanjut bacanya…

Sebelum saya mengemukakan alasannya ada baiknya saya tulis satu persatu ketiga branding diatas.

Produk Branding

Produk Branding adalah segala sesuatu tentang merk yang berhubungan dengan produk tanpa melihat sisi pembuatnya entah itu UKM atau perusahaan internasional, baik mengenai pembuatan brand (merk), promosi brand, atau mainteance brand itu sendiri. Contoh Produk Branding yang saat ini sudah keliatan misalnya Rokok Marlboro, Mobil Avanza atau Xenia, Hp Nokia, dsb. Semuanya tentang merk produk. Yang di bangun oleh mereka adalah Produknya.

Coorporate Branding.

Coorporate Branding adalah segala sesuatu tentang produk yang berhubungan dengan Coorporate (perusahaan) yang tanpa melihat produknya. Jadi usaha membangun brandnya ditujukan untuk ketenaran Perusahaannya tanpa melihat produknya. Contoh Coorporate Branding adalah Alfamart, Indomart, Carefour, BCA, Mandiri, dsb. Coorporate Branding biasanya mengacu pada 1 jenis usaha tertentu. Ya kayak contoh diatas, juga kita mo belanja tuk kebuthan sehari-hari pasti pikiran kita langsung tertuju ke mart-mart tadi, padahal disampng itu ada toko Koh Jinsun, dan yang lain. Atau sesuatu yang berhubungan dengan kredit, tabungan, deposito atau yang lain yang berhubungan dengan bank, pikiran kita pasti menuju ke BCA, Mandiri dsb, padahal ada BPR Sukamaju, BPR Melati dsb.

Personal Branding

Personal Branding adalah bisa dikatakan segala sesuatu tentang merk yang berhubungan dengan kita-nya (person), ya bisa dikatakan merk pribadilah… agak maksa seh ngartiinnya memang… Jadi kita lakukan segala sesuatu seperti membangun brand, prosmosi, dsb supaya kita dikenal dunia luas, sehingga orang lain melihat kita-nya, bukan produk yang kita bawa. Misalnya yang sudah bisa membangun Personal Branding adalah Bob Sadino, Tung Desem W, Robert Tysaki, dsb, entah ada yang pro dan kontra, yang jelas mereka telah berhasil membuat kita semua seperti telah mengenal mereka.

So, mari kita bahas secara umum.

Dari ketiga branding itu semuanya sangat bagus apabila kita bangun bersama-sama. Idealnya sih harus di bangun bersama-sama seperti Toyota dengan Innovanya, atau Sonny dengan TV Flatnya, namun itu tidak mudah dan membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit dan team yang sangat solid. Jika kita hanya punya resource yang terbatas, maka paling mudah dibangun adalah  Personal Branding. Kalo Produk Branding, jika produk kita sudah ketinggalan jaman maka brand itu akan hilang, sebagai contoh misalnya dulu ada Astrea Prima, Ada Honda Legenda, dulu waktu saya SMP, itu terkenal banget. Tapi sekarang dah tinggal sejarah. Jadi benar, jika kita tidak ada innovasi produk, maka sekuat apapun brand yang kita bangun ke Produk kita, pasti produk kita itu akan mati.

Kalo Coorporate branding sangat bagus, cuman harus membutuhkan dana yang besar, dan team yang sangat militan.

Nah,  kalo personal Branding lebih sederhana tapi efeknya sangat luar biasa. Karena hanya kita yang bisa membangun, bisa menggunakan team, atau bahkan  bisa single fighter sekalipun dan umur Personal Branding realtif lebih lama dari Produk Branding. Paling tidak ya sepanjang kita hidup lah, jika kita mati toh kita sudah tidak butuh Branding lagi :D

Sebelum kita bangun Personal Branding, kita tentukan dulu mo ke sisi mana neh Brand kita tar. Mo jadi preman yang sangat ditakuti, mo jadi enterpreneur yang mengusai banyak hal, pengen di kenal sebagai penyedia produk-produk yang bermutu tinggi dan berkualitas serta harga murah, atau yang lain. Na selanjutnya tinggal kita mencari resource yang sesuai dengan tujuan kita. Kemudian kita konsisten dalam menjalaninya, sesuai dengan path untuk menuju branding kita nanti, jaga jangan sampai menyimpang dari pakem.

Karena kita lihat ada beberapa yang kurang tepat, misalnya saja, saya di lingkungan saya terkenal dengan Yoyox Rabbani. Itu sebenere Produk Branding bukan Personal Branding. Padahal saya dan Rabbani hanya terikat kontrak kerja selama 5 tahun, bisa jadi nanti tidak bisa diperpanjang kontraknya. Dan jika hal itu terjadi, maka Yoyox Rabbani akan hilang, dan saya harus membangun dari awal lagi untuk membangun brand Yoyox apa gitu. So sehingga saya punya cita-cita ingin membangun Brand Yoyox yang punya motto; apapun bisnis anda, Yoyox-lah orangnya…. :D .

Berlebihan-kan?

Terserah, yang jelas kita harus punya tujuan dan harapan serta cita-cita untuk mengisi sisa hidup kita…

So, selamat membangun personal Branding…

Salam,

Yoyox

0

Pentingnya Membangun Personal Branding

Ada 3 macam branding yang saya etahui secara umum, yaitu Produk Branding, Coorporate Branding dan Personal Branding. Tapi menurut saya yang paling penting dan paling bisa menentukan kesuksesan kita adalah Personal Branding. Kenapa? Monggo dilanjut bacanya…

Sebelum saya mengemukakan alasannya ada baiknya saya tulis satu persatu ketiga branding diatas.

Produk Branding

Produk Branding adalah segala sesuatu tentang merk yang berhubungan dengan produk tanpa melihat sisi pembuatnya entah itu UKM atau perusahaan internasional, baik mengenai pembuatan brand (merk), promosi brand, atau mainteance brand itu sendiri. Contoh Produk Branding yang saat ini sudah keliatan misalnya Rokok Marlboro, Mobil Avanza atau Xenia, Hp Nokia, dsb. Semuanya tentang merk produk. Yang di bangun oleh mereka adalah Produknya.

Coorporate Branding.

Coorporate Branding adalah segala sesuatu tentang produk yang berhubungan dengan Coorporate (perusahaan) yang tanpa melihat produknya. Jadi usaha membangun brandnya ditujukan untuk ketenaran Perusahaannya tanpa melihat produknya. Contoh Coorporate Branding adalah Alfamart, Indomart, Carefour, BCA, Mandiri, dsb. Coorporate Branding biasanya mengacu pada 1 jenis usaha tertentu. Ya kayak contoh diatas, juga kita mo belanja tuk kebuthan sehari-hari pasti pikiran kita langsung tertuju ke mart-mart tadi, padahal disampng itu ada toko Koh Jinsun, dan yang lain. Atau sesuatu yang berhubungan dengan kredit, tabungan, deposito atau yang lain yang berhubungan dengan bank, pikiran kita pasti menuju ke BCA, Mandiri dsb, padahal ada BPR Sukamaju, BPR Melati dsb.

Personal Branding

Personal Branding adalah bisa dikatakan segala sesuatu tentang merk yang berhubungan dengan kita-nya (person), ya bisa dikatakan merk pribadilah… agak maksa seh ngartiinnya memang… Jadi kita lakukan segala sesuatu seperti membangun brand, prosmosi, dsb supaya kita dikenal dunia luas, sehingga orang lain melihat kita-nya, bukan produk yang kita bawa. Misalnya yang sudah bisa membangun Personal Branding adalah Bob Sadino, Tung Desem W, Robert Tysaki, dsb, entah ada yang pro dan kontra, yang jelas mereka telah berhasil membuat kita semua seperti telah mengenal mereka.

So, mari kita bahas secara umum.

Dari ketiga branding itu semuanya sangat bagus apabila kita bangun bersama-sama. Idealnya sih harus di bangun bersama-sama seperti Toyota dengan Innovanya, atau Sonny dengan TV Flatnya, namun itu tidak mudah dan membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit dan team yang sangat solid. Jika kita hanya punya resource yang terbatas, maka paling mudah dibangun adalah Personal Branding. Kalo Produk Branding, jika produk kita sudah ketinggalan jaman maka brand itu akan hilang, sebagai contoh misalnya dulu ada Astrea Prima, Ada Honda Legenda, dulu waktu saya SMP, itu terkenal banget. Tapi sekarang dah tinggal sejarah. Jadi benar, jika kita tidak ada innovasi produk, maka sekuat apapun brand yang kita bangun ke Produk kita, pasti produk kita itu akan mati.

Kalo Coorporate branding sangat bagus, cuman harus membutuhkan dana yang besar, dan team yang sangat militan.

Nah, kalo personal Branding lebih sederhana tapi efeknya sangat luar biasa. Karena hanya kita yang bisa membangun, bisa menggunakan team, atau bahkan bisa single fighter sekalipun dan umur Personal Branding realtif lebih lama dari Produk Branding. Paling tidak ya sepanjang kita hidup lah, jika kita mati toh kita sudah tidak butuh Branding lagi :D

Sebelum kita bangun Personal Branding, kita tentukan dulu mo ke sisi mana neh Brand kita tar. Mo jadi preman yang sangat ditakuti, mo jadi enterpreneur yang mengusai banyak hal, pengen di kenal sebagai penyedia produk-produk yang bermutu tinggi dan berkualitas serta harga murah, atau yang lain. Na selanjutnya tinggal kita mencari resource yang sesuai dengan tujuan kita. Kemudian kita konsisten dalam menjalaninya, sesuai dengan path untuk menuju branding kita nanti, jaga jangan sampai menyimpang dari pakem.

Karena kita lihat ada beberapa yang kurang tepat, misalnya saja, saya di lingkungan saya terkenal dengan Yoyox Rabbani. Itu sebenere Produk Branding bukan Personal Branding. Padahal saya dan Rabbani hanya terikat kontrak kerja selama 5 tahun, bisa jadi nanti tidak bisa diperpanjang kontraknya. Dan jika hal itu terjadi, maka Yoyox Rabbani akan hilang, dan saya harus membangun dari awal lagi untuk membangun brand Yoyox apa gitu. So sehingga saya punya cita-cita ingin membangun Brand Yoyox yang punya motto; apapun bisnis anda, Yoyox-lah orangnya…. :D .

Berlebihan-kan?

Terserah, yang jelas kita harus punya tujuan dan harapan serta cita-cita untuk mengisi sisa hidup kita…

So, selamat membangun personal Branding…

Salam,

Yoyox

Thursday, March 12, 2009

0

Kenapa lebih Baik Pakai Modal Dari Bank Daripada Modal Pribadi?

Bagi kebanyakan orang, terutama (maaf) para TDB (=Tangan Di Bawah) alias karyawan, dari level Office Boy sampai Direktur sekalipun kalo bisa menghindari hutang. Alasan mereka rasional, gaji jdai berkurang dan rugi membayar bunganya. Karena memang mindset TDB kebanyakan hutang digunakan untuk membeli kebutuhan pribadi mereka, misalnya beli mobil, motor, beli rumah yang semuanya itu merupakan Liabilitas menurut om Robert Tyosaki. Jadi angsuran mereka murni dari Gaji mereka tiap bulannya. SEhingga wajar jika mereka itu hal yang di hindari jika perlu.

Dan kebanyakan TDB juga ingin mempunyai bisnis sampingan yang bisa menambah pendapatan mereka. Tapi mereka tidak melanjutkan keinginan mereka karena (biasanya dan saya sering dengar) karena blum ada modal. Gaji mereka tidak cukup dikumpulin untuk dijadikan modal usaha. Dan jika saya sarankan untuk mengajukan ke Bank untuk permodalan mereka langsung takut tidak bisa membayar, ya karena mindset mereka seperti kayak di atas tadi.

Menurutku itu adalah pemikiran yang keliru.

Karena menurut pengamatan saya sebagai mantan orang bank dan orang yang sedang belajar untuk menjadi enterpreneur, modal dari bank adalah modal terbaik untuk melakukan usaha, walaupun uang adem kita berlimpah ruah. Jika kita mempunyai dana yang cukup untuk memulai usaha, maka jadikan itu sebagai cadangan saja, sebagai backup apabila usaha kita gagal.

Saya katakan modal dari bank lebih baik dari pada modal pribadi, karena jika kita memakai uang dari bank maka kita akan punya kesempatan kedua jika kita gagal. Misalnya untuk memulai usaha kita butuh dana 50 juta, dan misalnya juga kita punya uang 60 juta. Maka lebih baik kita mencari pinjaman ke bank 50 juta dan uang kita yang 60 juta itu kita simpan sebagai backup. Apabila kita gagal dengan uang bank yang 50 juta itu kita bisa menggunakan yang 60 juta untuk recovery-nya.

Jika kita balik, kita menggunakan 60 juta uang pribadi kita, maka jika kita gagal, maka tidak akan ada 1 bank pun yang mau membantu kita. Karena bank melihat track record dari usahanya, jika dia pernah gagal maka bank pasti akan sulit mencairkan dana untuk recovery usahanya.

Juga saya sarankan disini, jangan pernah melunasi hutang kita di bank sebagai target usaha kita. Yang penting usaha kita sudah bisa untuk membayar angsurannya tiap bulan. Lebih baik kita mentargetkan untuk membuka lagi bisnis kita, walaupun dengan pinjaman dari bank lagi. Namun, pastikan pinjaman kita di asuransikan, sehingga jika kita meninggal, maka hutang pun lunas, tanpa harus membebani kepada ahli waris kita.

Salam 

Yoyox

Thursday, March 05, 2009

0

What Wrong with me?

Kadang saya bertanya dalam hati seperti itu, what’s wrong with me?

Pertanyaan itu timbul karena saya banyak sekali orang-orang yang bertemu baik dengan teman lama, kenalan baru lewat YM, lewat facebook, gtalk, dll, dan sebagaian dari mereka menganggap aku begitu hebatnya dalam menjalankan bisnis,  sudah sukses lah, minta petunjuk lah, dll… Dan terus terang saya jengah, keki, dan malu jika ada anggapan seperti itu terhadap saya. Jika saya mengatakan pada mereka kalo saya belum seperti itu, mereka menganggap saya terlalu merendah dan tidak mensukuri terhadap apa yang telah aku raih…

Padahal aku memang masih seperti itu, tidak ada yang istimewa banget di saya. Saya tidak sesukses Bill gates dengan Mikrosoftnya, Tidak sekaya Gober Bebek, Tidak seberuntung si Untung Bebek, dll. Just like ordinary people, malah di bawah ordinay, coz saya sendiri masih sering maen, ngobrol yang tak ada maknanya, termasuk bangsawan (bangsa tangi awan = kelompok bangun siang), dll.

Dan seterusnya mereka menyebutkan orang wah lainnya, seperti abangku sendiri Hadi Kuntoro, pak Roni, Pak Edi Cimahi, Pak IIm, Haji Alay, Pak Rosihan, Pak Bambang triwoko, Pak Harmanto, dsb.. dan saya lihat yang disebutin itu juga orang biasa-biasa aja. Tidak ada yang istimewa banget pada mereka. Ya makan masih sama-sama nasi, nafas dengan udara yang sama, melihat matahari yang sama, banyak deh kesamaan mereka di kita.

Saya tidak heran dengan melihat maupun mendengar Hadi Kuntoro menembus angka hampir 9 digit untuk omzet 1 bulan, atau mendengar pak Haji Alay membeli Mall yang sepi kemudian beliay sulap menadi ramai, atau pak Rosihan yang setiap dia batuk ada 1 distro dia yang timbuh, atau pak Harmanto yang berkolaborasi dengan pak Edi membentuk E-Bahara yang sangat menggetarkan, saya tidak heran, karena saya lihat itu adalah hal yang biasa buat mereka dan wajar banget kalo mereka bisa melakukan seperti itu.

Malah saya konsen banget dan heran dengan perkataan orang-orang yang sering mengeluh, “kok usaha saya gak maju2, kok saya tidak bisa mencapai target omzet, kok saya tidak bisa sesukses mereka, dan banyak banget yang intinya membandingkan mereka dengan yang lebih sukses dengan kata depan “kok saya”… Na jika mereka sendiri bingung, maka jika ada yang mengeluh ke saya ya saya jawab, Lho kok bisa?

Karena menurut saya, gagal dalam berusaha dan berbisnis itu hal yang biasa banget, sangat lumrah. Yang bedain dengan orang-orang yang kusebutkan diatas mungkin cara mensikapinya. Ada yang mengeluh dan berhenti, ada yang mencoba bangkit kembali dan kembali membangun bisnis dengan cara yang persis sama, ada yang menggunakan cara lain. Dan saya melihat orang-orang yang kusebutin diatas menganggap sebuah kegagalan adalah materi kuliah. Kegagalan adalah sebuah pembelajaran. Selama ini kita menganggap kegagalan adalah sukses yang tertunda, itu salah dan menyesatkan. Saya bilang menyesatkan karena dalam kata ini terkandung jika kita gagal, maka kita coba lagi sampai bisa sukses. Na cara yang digunakan cenderung menggunakan cara yang sama. Jadi pasti yang ada gagal maning gagal maning….

Yang tepat Kegagalan adalah Belajar. Belajar untuk menguatkan mental agar tegar dan tangguh dalam menghadapi segala cobaan, belajar untuk mencari cara lain agar tidak gagal, dsb..

So inillah mungkin yang membedakan antara mereka yang ingin sukses dengan orang yang saya sebutin diatas yang menurut mereka sudah sukes. Bedanya hanya tpis banget, hanya bagaimana menghadapi kegagalan aja…

So, jika kepada anda yang pernah bertanya kepada saya, jawabannya hanya satu, sikapi kegagalan sebagai suatu yang sangat berharga bagi kita, percayalah kegagalan yang kita alami hari ini jika diceritakan pada orang lain nanti suatu saat, akan menyebabkan orang lain berdecak kagum ke kita…

Salam

Yoyox

Wednesday, October 15, 2008

2

Bagaimana ya agar bisa bisa membuat lebaran tiap hari?

Ini pertanyaan yang selalu menghantui pikiranku setelah lebaran 1429H usai kemarin.

Kenapa lebaran?

Karena omzet tokoku kemarin akhir lebaran itu meningkat 10 x lipat dari bulan-bulan biasa. Dan setelah mengalami hari biasa ya semuanya back to normal... ya normal omzetnya, normal permasalahannya, normal tenaga dan pikiran yang dikeluarkannya, dan normal semua-muanya....

Nah ini bahayanya.... Batasan normal yang saya bataskan ada di batas bawah... omzet sedikit, sepi, tidak banyak kerjaan, itu yang saya katakan normal... bahaya....

Saya ingin ke"normal"an saya baik meliputi omzet toko dan semuanya adalah sama dengan musim lebaran kemarin... kata pak Bams (http://betigaklaten.wordpresscom) harus selalu mencari masalah, sehingga bisa menigkatkan batasan "normal" kita... dan merubah zona nyaman kita...

Jadi saya ingin batas "normal" saya adalah omzet dan kerjaan sama dengan lebaran kemarin... sehingga saya harus meras otak bagaimana saya bisa berlebaran tiap hari....

Ada beberapa alternatif jawaban setelah saya konsultasi dengan rekan-rekan TDAJoglo.

yang pertama adalah membuka semua usaha yang bisa mewakili semua event keramaian dalam kurun waktu 1 tahun. misalnya, bulan puasa s/d lebaran, yang ramai fashion. bulan masuk anak sekolah, yang ramai seragam dan ATK. Bulan haji, yang ramai hewan qurban, dan oleh-oleh suvenir Haji, juga fashin warna putih. 

Namun ada bulan-bulan dalam 1 tahun itu entah tahun masehi maupun tahun qomariyah, yang kita tidak tahu apa yang ramai pada bulan tersebut.

cara yang kedua adalah adalah membuka usaha yang omzetnya akan seperti lebaran tiap hari. Apa usaha itu? Dari semua jenis usaha perdagangan yang ada, kayaknya yang mendekati itu adalah Usaha makanan. Karena kalo saya jalan, saya lihat kanan kiri saya, yang ada orang sedang bertransaksi pasti yang berjenis usaha makanan...

Sehingga saya ingin mencoba jenis usaha makanan ini... apa itu? Pilihan saya saya ingin buka usaha bebek goreng di wonosobo dengan menggandeng "tukang bebek goreng" yang sudah sangat terkenal di Solo, yaitu Haji Slamet. Sudah ada path yang keliatan untuk menuju kesana, tinggal exekusinya saja.....

Semoga angan-angan ini adalah jawaban dari keinginanku untuk bisa berlebaran tiap hari....

salam,

yoyox

Friday, September 26, 2008

1

Kisah Nyata: "Pesankan saya tempat di neraka!!"


Diambil dari :http://religiusta.multiply.com

 

ORANG-ORANG Mesir sangat gandrung sama al-Quran. Kemanapun mereka pergi, mereka tidak lupa untuk membawa mushaf. Tidak heran bila hampir semua orang (apapun tugas, karir dan jabatannya) terlihat membaca Quran di sela-sela waktu senggang atau ba'da shalat. Begitu juga pemilik toko, penjaganya, para karyawan, satpam, sopir taksi, bos-bos kantoran, selalu terlihat membaca al-Quran. Kalau tidak dibaca, Al-Quran mereka letakkan dengan rapih di atas mejanya, atau ditenteng dan disimpan dalam tas jika bepergian.
Ayat al-Quran juga sering diperdengarkan dari rumah-rumah sederhana hingga hotel berbintang lima, dari warung-warung kecil hingga shopping center mewah, dari sarana transportasi butut hingga pesawat terbang.
Nyaris di semua tempat selalu ada yang membaca al-Quran. Begitupun di dalam taksi, mikrolet, bus kota, kereta api, tram kota, senantiasa para pemuda, bapak-bapk dan kaum hawa senantiasa khusyu membaca Quran sambil mengusir suara bising obrolan dan deru knalpot.
Secara umum, ayat-ayat al-Quran yang "distel" di dalam kendaraan sangat bempengaruhi "karakteristik" pendengarnya. Normalnya, para penumpang malu untuk berbuat hal-hal yang tidak senonoh.
Kendati begitu, tetap saja ada saja pemandangan yang di luar dugaan. Misalnya, gara-gara ada copet akhirnya copot seluruh isi dompet. Atau ada saja yang berbuat ricuh di dalam bus lantaran rebutan tempat duduk, tak setuju tarif, perempuan disenggol laki-laki nakal, dsb. Sementara pembaca al-Quran tetap anteng dan adem ayem.
Pemandangan lain (yang di luar dugaan) juga terjadi di musim panas tahun 2002, dalam perjalanan menuju Alexandria, kota pantai yang bersejarah itu. Ada seorang gadis yang berpakaian sangat minim, bahkan tipis dan tembus pandang. Semula dia tidak kebagian tempat duduk, akhirnya berdiri, dan "terlihat" oleh semua penumpang (jangan lupa lho, gadis-gadis Mesir kebanyakan montok-montok atawa 'berisi'). Kebetulan Seorang syekh mencoba mengingatkan, tapi tidak digubris. Selengkapnya ditulis oleh kolumnis majalah Almannar (bukan Almannar yang dulu dikelola syekh Muhammad Rasyid Ridho yang kemudian menulis tafsir Almannar itu, melainkan Almannar Aljadid/neo-Almannar) berikut ini:

***

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.
Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian' kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.
Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.
Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!
"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!"
Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.
Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.
Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.
"Bangunkan saja!" kata seorang penumpang.
"Iya, bangunkan saja!" teriak yang lainnya.
Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.
Salah seorang mencoba mendekatinya, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!
Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.
Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk...
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.
Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar...
mumpung kesempatan itu masih ada!
Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana? Wallahu a'lam.